Akhir-akhir ini banyak terjadi perilaku-perilaku yang menyimpang dari norma dan aturan yang ada di masyarakat. Anehnya lagi perilaku menyimpang itu diakui oleh sebagian masyarakat tetapi mereka tetap melakukan penyimpangan. Entah karena disadari atau tidak yang jelas mereka nggak mau memikirkan resiko yang akan dialami di kemudian hari. Setelah resiko itu berdampak bagi kehidupannya, barulah timbul penyesalan.Namun penyesalan tidak akan merubah apa yang sudah terjadi. Kalau hasil dari penyesalan itu berdampak positif bagi dirinya, kemungkinan dia akan menyesali dan bertobat untuk tidak melakukan perilaku yang menyimpang. dan akhirnya dia akan selalu berbuat yang lebih bijak lagi, dan akan berfikir seribu kali jika dia harus melakukan perbuatan menyimpang lagi.
Namun apabila hasil penyesalan itu berakibat negatif, kemungkinan dia akan melakukan perbuatan menyimpang yang lebih dari yang sudah dia lakukan sebelumnya, istilah jawanya "wis kadung nyemplung, klambi wis kadung teles sisan tak kebeske". Akhirnya yang terjadi dia merasa melakukan perbuatan menyimpang itu adalah hal yang biasa dan lumrah.
wah ... kalau sudah begini bisa kacau. orang kalau melakukan perbuatan menyimpang sudah dianggap biasa bagi dirinya dan teman-teman sekelilingnya. wis . ... wis ... saya tidak kuat meneruskan .. ngelu !?
Kita cuma berharap agar dijauhkan dari perbuatan menyimpang. Sebab apapun yang kita lakukan, sebesar apapun akan ada perhitungan dihadapan Allah S.W.T.