Kamis, 31 Juli 2014
Jumat, 25 Juli 2014
KURIKULUM 2013 ... HARUSKAH ?
Kamis, 24 Juli 2014
SELAMAT DATANG KURIKULUM 2013
Perjalanan Kurikulum KTSP telah berakhir. Kurikulum yang lahir tahun 2006 ini harus berakhir dan diganti dengan Kurikulum 2013. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Kurikulum 2013. Hadirnya Kurikulum 2013 tersebut menjadi sebuah tantangan dan harapan baru bagi guru-guru di seluruh nusantara, tak terkecuali guru mata pelajaran IPS di Pati. Sebagian besar guru berharap banyak dengan hadirnya Kurikulum 2013 membawa perubahan yang signifikan terhadap kuallitas belajar dan mengajar di kelas.Rabu, 23 Juli 2014
RPP IPS SMP KELAS 7 KURIKULUM 2013
CARA MEMOTIVASI BELAJAR
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan
sekedar kognitifnya saja.
WELLCOME
OH .. SERTIFIKASIKU
TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU
Enaknya menjadi guru sekarang…. Penghasilannya naik 100 persen, karena ada tunjangan sertifikasi. Tetapi … apakah peningkatan penghasilan guru ini berbanding lurus dengan kinerja guru. Nanti dulu….. Ternyata dibalik itu semua tunjangan sertifikasi berdampak negative terhadap keikhlasan guru dalam melaksanakan tugas.
Banyak hari-hari dilewati dengan perbincangan masalah tunjangan sertifikasi. Apalagi kalau tunjangan sertifikasinya tersendat pencairannya, seperti kekurangan dua bulan pada tahun 2012 lalu, walaupun beberapa hari yang lalu sudah keluar.
Hal ini sedikit banyak mempengaruhi semangat kerja para guru. Betapa tidak, guru sekarang lebih banyak memperbincangkan tunjangan sertifikasi dari pada peningkatan kinerja guru.
Guru sekarang masih banyak diributkan tunjangan mereka yang ndak turun2…mikir yang lain kayaknya ogah…apalagi peningkatan kulitas diri dalam kompetensi pendidikan…tambah ogah. Apa yang salah…ya. Mendapatkan tunjangan yang lebih…kok mutu pendidikan di Indonesia tambah merosot. Kayaknya ada pergeseran paradikma seorang guru. Model guru Umar Bakri sudah terkikis…diganti dengan materialistis. Dana sertikfikasi 90 % lebih banyak diperuntukkan kepentingan pribadi/keluarga, sisanya baru diperuntukkan untuk peningkatan mutu…itu kalo ada sisa. Apa betul seperti itu?


